
Jakarta - Pelatih Persija Jakatra, Mauricio Souza, membeberkan alasan Rizky Ridho, kapten tim, mengenakan pita hitam pada laga melawan Dewa United FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Jumat (29/8/2025) malam WIB.
Duel Dewa United vs Persija Jakarta berlangsung saat kondisi di Jakarta memanas. Demonstrasi terjadi secara masif sejak tanggal 25 Agustus, dan memasuki ketegangan tinggi pada 28-29 Agustus 2025.
Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan gugur dalam satu situasi chaos. Pria berusia 21 tahun itu ditabrak dan dilindas kendaraan anti-peluru milik Brimob.
Banyak masyarakat Indonesia yang kemudian berduka atas apa yang menimpa Affan, tak terkecuali Rizky Ridho. Kapten Persija Jakarta itu sempat mengunggah sebuah instastory berkaitan dengan insiden tersebut, dan puncaknya adalah ketika menjadi satu-satunya starter yang melingkarkan pita hitam di lengannya.
Apa Kata Mauricio Souza

Selepas pertandingan tersebut, pada sesi konferensi pers, Mauricio Souza buka suara. Ia mengaku tidak memberikan instruksi khusus kepada para pemainnya, namun keputusan Ridho adalah sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan bek Timnas Indonesia tersebut, serta mewakili perasaan elemen klub Persija Jakarta.
"Dia merasa tidak enak dengan apa yang terjadi di Indonesia, Ridho sangat sedih dengan apa yang terjadi," kata Souza.
Di sesi terpisah, Ridho juga tidak banyak berkata-kata. Agaknya, sikap yang ia tunjukkan sudah sangat mewakili betul apa yang dirasakannya.
"Stay safe Jakarta!" kata Ridho singkat saat berjalan meninggalkan Banten International Stadium
Simpati Souza

Masih pada kesempatan yang sama, Souza turut mengutarakan apa yang dirasakannya mengenai kondisi di Indonesia pada umumnya, dan Jakarta pada khususnya.
"Sebelum menjawab pertanyaan, saya ingin menyampaikan beberapa hal. Saya berasal dari negara yang luar biasa, Brasil. Namun, negara ini sangat keras," kata Souza.
"Saya tahu Indonesia tidak pantas mengalami apa yang sedang terjadi. Stay safe, Jakarta. Stay safe, Jakarta. Stay safe, Jakarta. Maaf," katanya lagi.